Cinlok Cilok

July 21, 2009

Bukan, bukan gue cinta lokasi sama abang-abang cilok (aci dicolok -bukan porno-red-maaf sama yg namanya aci jangan tersinggung-red) atau gue cinlok gara-gara disogok cilok sama seseorang, tapi judul ini dibuat cuma gara-gara enak aja gtu kayanya, Cinlok dan cilok. Dua hal yang berbeda tapi sangat berima.

Barusan gue ngubek-ngubek folder lagu-lagu dari laptop gue. Lagu-lagu yang lumayan udah basi tapi pas barusan gue dengerin dan gue liatin satu-satu, langsung menimbulkan perasaan-perasaan yang dulu pernah ada waktu gue dengerin lagu-lagu ini.

Ngomongin soal timbulnya perasaan-perasaan ini, emang bahaya banget kayanya.
Gue dulu pernah berada dalam satu masa dimana..gimana ngomongnya ya..bukan jatuh cinta sama seseorang, melainkan..jatuh cinta sama situasi yang ada disekeliling gue waktu lagi deket sama seseorang.

Gue dulu pernah deket sama satu orang, sebut aja si Dia. Dia ini agak romantis orangnya. Dan hubungan gue waktu itu sama dia memang sangat beraroma romantis. Selera musik gue dan dia hampir sama waktu itu, dan dia rajin banget ngasih-ngasih gue Cd berisi lagu-lagu menyayat hati (kesannya gue deket sama roma irama atau meggy z gtu ya? enggak kok, gak semenyayat hati itu lagu-lagunya). Dan menurut gue, cerita yang dulu ini, masih bisa dibilang unfinished business antara gue dan dia. Karna 4 tahun yang lalu, waktu gue bilang gue ga bisa sama dia , gue gak pernah berani ngomong langsung.
Sampai sekarang pun mungkin gue bakal salting gila-gilaan kalau harus ketemu muka sama dia.
Gue akan selalu salting kalau bareng dia. Entah kenapa. Ga tau deh ya sekarang gimana. Jangan sampe ketemu deh.

4 tahun yang lalu itu memang ada satu-dua hal penting yang bikin gue sama dia gak bisa jalan bareng. Salah satunya perasaan. Perasaan gue waktu itu selalu bilang enggak. Tapi tiap denger lagu-lagu ini gue jadi mikir ulang..
“Ah masa iya sih ini ‘enggak’ ?”

Take my heart and my love, take me all that you want
And if there’s a thing that you need, I’ll give you the breath that I breath
Whenever you yearn for the love in me..
Whenever, wherever,whatever..

Lagu-lagu ini emang nyimpen memori khusus yang dengan gampangnya bisa ngorek-ngorek perasaan gue yg dulu-dulu. dan mungkin lagunya Maxwell yang ” Whenever, Wherever, Whatever” jadi salah satu lagu paling nempel.
Tiap denger lagi lagu ini, gue jadi inget lagi sama perasaan gue disaat deket sama dia.

Emang kalau udah ngomongin perasaan agak susah ya. Dulu gue suka bingung gitu soal ini.
Lagu-lagu ini bener-bener bikin gue mikir. Mikir soal apakah gue bener-bener punya perasaan yang beda untuk orang ini, atau emang gue jatuh cinta aja sama situasi dan rasa hati gue waktu itu? kalau udah bgini sih judulnya bener-bener Cinlok ya. alias ‘jatuh cinta’ sama ‘lokasi’ nya.

Sampai 15 menit yang lalu  sih gue masih bilang ini cuma cerita lama. Tapi..sampai Itunes gue muter lagu yang ini..

Love, I’m not afraid of what may be,
They may say that I’m a fool for you
This is love..love love love..kind of love that’s more than enough
This is love..I never knew and I never had before..

Sederet lirik dari Jonathan Butler “This is Love” cukup bikin mules. Lewat lagu ini, gue cuma bisa bertanya dalam hati, “Ah, Masa iya sih, waktu itu cuma sekedar ‘enggak’ ?”

dan..kalau waktu itu enggak, sekarang gimana?

2 Responses to “Cinlok Cilok”

  1. aulia said

    nice posting, saLam kenal y..

  2. bubunchan said

    Hahahahaa….
    Cireng = aci di goreng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: