Musik Kuno dan Kini

January 9, 2011

Barusan saya nonton KunoKini untuk pertama kalinya. Awalnya mendengar nama band ini adalah waktu awal kerja di Junk. Tapi belum sempet2 menelusuri mereka sampe akhirnya nama mereka masuk ke list nominasi ICEMA 2010.
Pengembaraan gue kenalan kuping sama band ini agak lama sampe akhirnya hari ini berkesempatan (thnks to batak ria alderina dan tomi) untuk nonton mereka main di Ruru Fest.

Kesan pertama begitu band ini muncul keluar dari backstage begitu menggoda dengan suara ketipung, lenguhan reggae dan dentuman perkusi yg dinamis. Lagu demi lagu dimainkan begitu pula alat2 musik yg dikeluarkan. Mulai dari suling sunda, kolintang kayu (atau apapun nama resminya yg saya juga ga tau), sampe ke kerang laut yg biasa dimainin sm ariel, the little mermaid.
Sayangnya di tempat mereka main tadi penonton dilarang berdiri untuk berjoget. Karna memang ruangannya agak kecil dan penontonnya padat sekali.

Di lagu ke tiga ternyata seorang seniman yg dr dulu pengen saya wawancara ga jadi2 sampe akhirnya saya ga jadi penulis lagi, muncul. Namanya Ras Muhammad. Tambahan warna dari Ras di performance mereka jadi tambahan penyemangat bagi muda-mudi yg dateng kesana.

Yang saya salut dan perhatikan dari grup ini adalah gimana mereka bisa stay true to their music. Plus, ekspresinya. Waw. Keren lah. Mereka bener2 nikmatin apa yg mereka punya dan dengan tulus mereka bagikan ke penonton.
Vokalisnya KunoKini yg konon bernama Bhismo sukses memvisualisasikan gimana gerakan yg seharusnya dikerjakan ketika mendengar musik dari KunoKini. Ditengah2 mereka main saya sempet ngetweet “Selalu salut sama org yg bisa mengekspresikan diri ini lewat seni”. Bener-bener total, bener2 dirasakan dan yg paling penting buat penonton, rasa, emosi, jiwa dan adrenalin itu dibagikan. Rata. Dan ini yg saya suka dari musik.

Nonton KunoKini atau nonton band-band handal lainnya menurut gue adalah benar-benar makanan jiwa. Kami, penonton yg budiman, bener2 disajikan dan disuapi suara2 yg punya beragam arti di setiap kuping pendengarnya.

Sekali lagi sehabis keluar gedung pertunjukkan saya bilang ke diri saya sendiri. Saya memang akan selalu jatuh cinta sama musik. Always was, always be, always will. Pokoknya always.

Suatu saat nanti saya harus bisa berbuat sesuatu untuknya atau dengannya. Doain saya aja ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: